Publik.info, Kalbar : Bukan baru kali ini tetapi praktek penyimpangan distribusi BBM subsidi sudah terlalu sering disorot masyarakat bahkan menjadi konsumsi rutin bagi pemberitaan. Namun penyaluran secara ilegal itu tetap saja terjadi dihampir semua SPBU.

Masyarakat Kabupaten Sanggau sedikit heran melihat sikap Pertamina yang agak vacum. ” Mereka pasti dengar dan tahu bentuk kecurangan SPBU tetapi cuma diam tidak bergerak. Padahal itu informasi pelanggaran yang bisa dijamin kebenarannya, ” terang HD.

Termasuk vidio yang sempat viral dimedsos, sambungnya, disitu terlihat jelas belasan drum maupun puluhan jerigen stanbay di SPBU. Nah kalau Pertamina sehat, tentu ini menjadi dasar untuk melakukan proses hukum bukan peringatan administratif, mengingat efek negatifnya terhadap kehidupan masyarakat begitu dalam.

Baru-baru ini kembali kita dengar masyarakat Kapuas Hulu mengeluh sulitnya memperoleh BBM subsidi di SPBU 67.787.01Nanga Semangut Kecamatan Mentebah. Mereka menuding ada kejanggalan dalam proses distribusi sehingga minyak milik rakyat kere itu susah didapat.

” Kami menduga terjadi praktek penyimpangan distribusi BBM subsidi oleh SPBU tersebut. Masak baru sekian jam buka, tiba-tiba tutup bilang habis. Dijual kemana minyak-minyak tersebut, ” tanya pengantri motor keheranan.

Ia curiga kalau SPBU Nanga Semangut, mayoritas menjual Bahan Bakar Minyak subsidi secara diam-diam melalui jalur sungai. Sementara untuk pasaran umum hanya sedikit. Makanya BBM subsidi jatah rakyak lemah cepat ludes.

Pengendara motor tadi kuatir potensi penyalahgunaan distribusi BBM terus terjadi dan berkembang tanpa ada yang mampu menghentikannya, terlebih, wilayah pedalaman Kapuas Hulu sangat bergantung pada BBM guna mendukung kegiatan ekonomi dan mobilitas warga.

Masyarakat sekitar berharap adanya tindakan cepat dan tegas dari pihak Polres maupun Pertamina. ” Artinya jika terbukti distribusinya diluar ketentuan dan tidak tepat sasaran, ya diproses hukum, ” pinta warga sekitar. (JMB)

error: Content is protected !!