Publik.info, Sintang – Peralatan tambang emas liar atau PETI dilanting Daerah Aliran Sungai (DAS) Melawi Kecamatan Sintang, tampak penuh menumpuk dan siap melakukan operasi rutin.
Aktivitas perusak lingkungan dan pencemaran sungai yang menurut info sudah tertib, ternyata astafirullah, masih banyak bergerak secara terang-terangan, slow selembe, maneduli dan suka-suka gue.
” Mestinya Pemkab, Polres, Dewan maupun pemilik modal, tidak hanya berpikir sisi can tepinya saja, tetapi dampak negatif akibat dari praktek PETI juga perlu dibahas bersama guna menemukan solusi penanganan kerusakan yang terjadi, ” ujar warga pemerhati yang menolak wajahnya di jepret dan namanya ditulis.
Bayangkan, katanya, cadangan emas yang melimpah di wilayah Kalbar, sedikit demi sedikit harus ludes oleh berbagai kepentingan pendapatan pribadi, pemain belakang, tauke buncit serta secuil penghasilan warga. JBN

