Publik.info, Mempawah – Proyek Pergantian Jembatan Ruas Sei Duri batas dan dalam Kota Mempawah Cs, segede Rp.14,5 Miliar, dinilai mengabaikan keselamatan lalu lintas.
Pekerjaan Jembatan Benteng maupun Bundung milik BPJN Kalbar berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi para pengendara yang rutin melintas diareal tersebut.
” Coba lihat, akses sementara atau jembatan darurat sebagai penunjang mobilitas masyarakat, justru belum berfungsi optimal. Padahal diketahui ruas jalan itu salah satu jalur strategis dengan tingkat lalu lintas yang cukup tinggi setiap harinya.
” Dibeberapa titik pekerjaan, tampak rambu-rambu peringatan, bentuk pengamanan serta fasilitas keselamatan yang memadai tergolong minim bin alakadarnya, ” ujar pengendara ber plat merah.
Cerminan ini, katanya menunjukan ketidak siapan perencanaan, profesional kerja serta manajemen pelaksanaan ditubuh Kontraktor maupun wujud pengawasan BPJN Kalbar selaku pengelola proyek.
” Setiap proyek pemerintah itukan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang menjadi komponen penting dalam dokumen kontrak maupun pelaksanaan pekerjaan. Tapi ini implementasinya mana, ” Tanyanya.
Minimnya alat berat termasuk peralatan kerja juga mendapat sorotan tajam dari masyarakat.
” Alatnya dilokasi kok sedikit. Apa mungkin mereka bisa mengejar atau mencapai target sesuai ketentuan kontrak, ” ujar warga sekitar.
” Kasatker atau PPK wajib menjelaskan ke publik secara terbuka terkait progres fisik pekerjaan, target penyelesaian, strategi pengaturan lalu lintas serta implementasi SMKK. Jangan tahunya terima jatah jak, sementara tanggung jawab dimasyarakat nol besar. JBN

