Coffee Morning Bersama Tokoh Masyarakat di Istana Kadriahilustrasi gambar oleh Revan

Publik.info, Kota Pontianak – ” Sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan, sebagai jawaban tantangan pembangunan yang kini semakin komplek, ” ujar Walikota Pontianak, saat menghadiri Coffee Morning di Istana Kadriah, pada Kamis 11 Juni 2026.

Pertumbuhan penduduk dan tingginya mobilitas masyarakat, kata beliau, memunculkan berbagai persoalan, seperti pengelolaan sampah, lingkungan, kemacetan lalu lintas hingga tantangan ekonomi akibat dinamika nasional maupun global. Disinilah pentingnya sinergisitas dan kolaborasi untuk mengatasi permasalahan yang setiap hari kita hadapi bersama.

Walikota menjelaskan, Pemkot terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur melalui pembangunan jalan lingkungan, drainase, kelanjutan pembangunan waterfront serta proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik yang saat ini mulai dikerjakan dengan dukungan pemerintah pusat.

Dilain sisi, pemerintah juga menghadapi kepadatan lalu lintas karna banyaknya kendaraan yang melampaui jumlah penduduk serta aktivitas distribusi barang lewat pelabuhan.

” Kondisi tersebut, tentu memerlukan dukungan banyak pihak guna mendorong pengembangan infrastruktur strategis yang dapat mengurangi beban lalu lintas di dalam kota,” urai Edi Rusdi Kamtono.

ia mengingatkan, potensi ancaman musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung mulai Juli sampai September, berisiko menimbulkan intrusi air laut ke sumber air baku. Dan kebakaran lahan yang berdampak pada kualitas udara di Kota Pontianak.

Meski menghadapi, berbagai tantangan, sambungnya, sejumlah indikator pembangunan Kota Pontianak menunjukkan tren positif.

” Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak telah mencapai 80,82, angka kemiskinan berada di kisaran 4 persen, dan pertumbuhan ekonomi tetap berada di atas 5 persen,” papar Walikota.

Sultan Pontianak, Syarif Melvin Alkadrie menyampaikan bahwa aktivitas ini menjadi ruang dialog untuk mempererat komunikasi dan mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

” Melalui coffee morning, kita ingin membangun sinergi antara Kesultanan Pontianak dan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sosial, penataan lingkungan, infrastruktur, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, ” ujarnya.

Anggota DPD RI ini berharap agar setiap persoalan sosial yang muncul perlu diselesaikan dengan jalan musyawarah dan komunikasi yang baik.

“ Kedekatan antara tokoh masyarakat, adat, aparat keamanan dan pemerintah menjadi modal penting dalam meredam potensi konflik serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat, ” ucap Syarif Melvin Alkadrie.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus meneladani nilai-nilai yang diwariskan pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan dikenal menjunjung tinggi persatuan tanpa membedakan suku maupun agama. Sumber Infokom. Editing JBN

error: Content is protected !!